Categories
News

Priyono, Terpilih Sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalteng 2018-2022

BLOGGER KALTENG (Palangka Raya) – Priyono akhirnya terpilih sebagai KetuaUmum Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah Periode 2018-2022 pada Muswil X diAsrama Haji Palangka Raya 19-21 Juli 2019. Priyono menggantikan H. Daryana, SE yang masa kepemimpinannya telah berakhir tahun ini.

Dalam pemilihan yang dilakukan dengan mekanisme pemilihan formatur sebanyak 11 orang dari 20 calon formatur. Sebanyak 11 formatur terpilih, yakni JeriRipaldon, Muhammad Fitriani, Muhammad Zainul, Jaemi Wahyudi, Priyono, EvanBastian, Suyatman, Saiun, Ihsan MZ, Rakhdinda Dwi Artha Qairi, dan Yandi Novia. Telah bermusyawarah memberikan amanah kepada Priyono sebagai Ketua Umum.

Categories
Opini

Memahami Makna Jihad Sebagai Upaya Untuk Mencegah Rekayasa Islamophobia oleh Kelompok Teroris

Oleh : Yandi Novia*

BulanJuni 2019 yang lalu Kalimantan Tengah dihebohkan dengan adanya penangkapan terduga teroris di beberapa tempat berbeda oleh Densus 88 dan Polda Kalteng. Terduga teroris ini merupakan kelompok Uzla pimpinan Abu Hamzah jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Makna jihad bagi JAD memang disalahartikan, padahal jika kembali pada jihad sesungguhnya menurut Direktur Jendral Bimas Islam Kemenag, Muhammad Aminmengutip dari republika.co.id (Rabu,16/5/2018) pada masa Rasulullah sejatinya berdekatan dengan upaya untukmenuntaskan kemiskinan atau merebut kembali harta yang seharusnya menjadi haknya. Dan tidak dibenarkan sama sekali melalukan peperangan di negara damai.

Salah satu strategi teroris dalam melancarkan aksinya adalah dengan propaganda rekayasa Islamophobia. Karena jika rakayasa ini kemudian mempengaruhi masyarakat, maka konflik-konflik akan terjadi. Sehingga konflik inilah yang kemudian dijadikan sebagai momentum untuk melancarkan aksi mereka yang lebihbesar.

Abdel-Hady pada acara International Conference On Muslim and Islam 21st Century: Image andReality”, di Kualalumpur Malaysia menyebutkan bahwa Islamophobia tidak dapat dipisahkan dari problema prasangka terhadap orang muslim dan orang yang dipersepsi sebagai muslim. Prasangka anti muslim didasarkan pada sebuah klaimbahwa Islam adalah agama “inferior” dan merupakan ancaman tehadap nilai-nilai yang dominan pada sebuah masyarakat.

Selama beberapa tahun terakhir, Kalimantan Tengah memang tidak pernah dihantam isu adanya gerakan terorisme. Walaupun demikian, aksi dan gerakan pencegahan terhadap gerakan terorisme dan radikalisme sangat massif dilakukan oleh semua elemen masyarakat terutama Aparat Kepolisian. Kondisi aman dan kondusif iniyang mungkin kemudian ingin dimanfaatkan oleh sekelompok teroris untuk merancang gerakannya.

Propaganda-propaganda gerakan terorisme memang harus sedini mungkin diantisipasi, terutama maraknya propaganda yang terjadi di media sosial. Perlu diketahui bahwa salah satu terduga teroris dari kelompok jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Kota Palangka Raya mengenal kelompok dan ajarannya melalui media sosial. Otaknya kemudian dicuci, prilakunya kemudian berubah menjadi prilaku yang ekstrim terhadap pandangan agama, seperti mudah mengkafirkan sesama Islam dan oranglain yang berbeda pemahaman dengannya. Kemudian dari segi sosial, pribadinya lebih suka menyendiri dan tidak mau bergaul dengan orang lain selain kelompoknya.

Makna jihad yang salah diinterpretasi oleh Kelompok Teroris merupakan gerakan rekayasa Islamophobia yang ingin ditampakkan kepada masyarakat. Hingga akhirnya, ketika aksi ini telah masuk dalam pemahaman masyarakat maka kemungkinan konflik akan terjadi. Kelompok teroris akan mengambil manfaat disini, dengan berkedok konflik ini mereka dengan serta-merta membenarkan aksi radikalisme yang berujung pada Bom bunuh diri.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin seperti dikutip dari voaindonesia.com atas insiden seranganbom bunuh diri menghantam tiga gereja di Kota Surabaya, Minggu (13/5/2018) mengatakan bahwa aksi teroris ada skenario ingin mengadu domba antar umat beragama, khususnya umat Nasrani dan umat Islam. Oleh karena itu semua elemen masyarakat harus tenang dan menahan diri.

Jika semua pihak mampu menahan diri maka konflik tidak akan terjadi. Sehingga rekayasa dan skenario yang dilancarkan kelompok teroris tidak mampu mempengaruhi stabilitas sosial masyarakat.

Ditahun 2017, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggelar konferensi pers bersama yang dilakukan dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al- Jubeir, menanggapi meluasnya Islamophobia di Amerika dan Eropa akibat adanya rasa takut masyarakat yang menyamakan Islam dengan terorisme. Menurut Gutteres, Islamophobia dapat menjadi pemicu terorisme, sebab secara berproses akan ada ekspresi, kebijakan, dan perkataan kebencian yang berbau Islamophobia diberbagai belahan dunia. Hal ini menurutnya menjadi pemicu bagi kelompok teroris seperti ISIS untuk meneruskan propaganda dengan kedok Negara Islamnya.

Ibnu Nadzir seorang peneliti dari Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan bahwa Islamophobia bisa bertahan sampai sekarang salah satu alasannya karena ada organisasi teror yang menggunakan identitas Islam masih ada, maka Islamophobia akan tetap dialami masyarakat di sejumlah Negara.

Sehingga menurutnya, ketika pengaruh Islamophobia menjadi besar maka masyarakat cenderung memilih kembali pada ikatan primordialnya. Rasa aman dan nyaman hanyaakan didapat ketika orang satu identitas dengannya, berwarna kulit sama, Negara yang sama. Maka yang terjadi berikutnya, kecenderungan untuk mulai sering menyalahkan kelompok asing atau berbeda pandangan akan terjadi.

Pendapat itu, juga senada dengan riset yang dilakukan oleh Henk Dekker dan Jolanda Vander Noll pada tahun 2007 di Belanda dengan judul “Islamophobia and its origins: A Study Among Dutch Youth, menyebutkan bahwa Islamophobia sebagai sikap dan tingkah laku negatif masyarakat terhadap Islam dan Penganutnya. Sikap negatif itu misalnya, dari keengganan memiliki tetangga Muslim, tidak percaya dengan temannya yang muslim, hingga tidak mau berteman dengan penganut agama Islam.

BABAGAIMANA DI KALIMANTAN TENGAH?

Salah tempat jika kelompok teroris menganggap rekayasa Islamophobia bisa dilakukan di Bumi Tambun Bungai ini. Buktinya, dengan ditangkapnya jaringan Jamaah AnsharutDaulah (JAD) tidak kemudian berdampak pada pemahaman keagamaan bagi masyarakat Kalimantan Tengah pada umumnya. Tidak ada saling tuding dan saling singgung antar masyarakat yang berbeda keyakinan. Semua saling menjaga antara satu dengan lainnya.

Bahkan tidak berdampak pada prilaku masyarakat, seperti pada penelitian di atas. Kalimantan Tengah dengan filosofi Budaya Betang-nya, tidak mudah digoyahkan oleh rekayasa Islamophobia yang kelompok teroris lakukan. Propaganda-propaganda ketakutan terhadap Islam yang ingin mereka tampakkan tidak mampu menerobos masuk dalam wilayah Budaya Betang tersebut. Filosofi Budaya Betang sudah final dalam membahas Islam Rahmatan lil alamin, begitu juga dengan masyarakat Kalimantan Tengah, rekayasa Islamophobia yang ingin dilakukan oleh kelompok terorisme ditanggap begitu tenang oleh masyarakat, karena begitu banyak gambaran rumah ibadah yang berdampingan seperti masjid yang berdampingan dengan gereja, hal ini cukup menjadi simbol bahwa rekayasa Islamophobia oleh kelompok teroris salah tempat.

Kesiapsiagaan dari aparat kepolisian-pun menjadi nilai lebih yang menjadi pembicaraan hangat netizen Kalimantan tengah. Pasalnya, kelompok terduga teroris ini tidak nampak oleh masyarakat biasa, baik gerak-geriknya maupun gerakan yang sedang coba mereka bangun. Namun berbeda dengan aparat kepolisian, deteksi dini telah dilakukan, pengintaian sudah berlangsung sejak enam bulan lalu saat kawanan tersebut masih di Aceh hingga mereka berpencar ke Medan, Makasar, lalu ke Palangka Rayadan Gunung Mas.

Selain itu, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran seperti dikutip dari kalteng.antaranews.com, Senin (17 Juni2019) menghimbau kepada semua lapisan masyarakat agar ikut terlibat dalam pencegahan dini aksi terorisme dengan cara lebih waspada dan ikut menjaga serta memantau keberadaan orang-orang baru di wilayah tempat tinggal masing-masing.

MELURUSKAN MAKNA JIHAD

Perlu diluruskan bahwa membunuh dalam Islam adalah termasuk dosa besar.  Dalam al-Qur’an dikatakan, “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (QS: Al-Maidah: 32). Ayat ini adalah salah satu contoh kecaman Islam atas setiap pembunuhan yang dilakukan dengan semena-mena.

Bahkan tidak ada satupun agama di dunia ini yang menghalalkan pembunuhan, karena sejatinya tujuan agama adalah untuk perdamaian, menyebarkan kasih sayang, dan mengatur semua tatanan sosial masyarakat agar menjadi lebih baik.

Makna jihad menurut Prof. Dr. Syekh Ahmad ath-Thayyib dalam bukunya Jihad Melawan Teror memberikan penjelasan sejelas-jelas apa itu Jihad sesungguhnya dalam Islam. Menurutnya jihad dalam Islam disyariatkan untuk melindungi jiwa, agama dan Negara. Namun konsep jihad sering diselewengkan oleh kelompok-kelompok bersenjata, ekstrem, dan sektarian. Beberapa kelompok tersebut menganggap bahwa membunuh siapa saja yang mereka kehendaki adalah Jihad. Padahal menurut beliau, pemahaman tersebut merupakan salah satu kesalahan terbesar dalam memahami syariat Islam.

Oleh karena itu perlu disimpulkan bahwa, gerakan jihad sesungguhnya adalah menuntaskan masalah kemiskinan, merubah prilaku masyarakat yang tidak baik menjadi baik, mempererat persaudaraan dan kesatuan antar sesama. Menjaga kedaulatan bangsa dan negara, sehingga tidak mudah terombang-ambing dan diadu-domba oleh paham-paham radikal dan terorisme. Jihad sesungguhnya adalah gerakan untuk melawan sikap, prilaku dan gerakan terorisme itu sendiri, bukan jihad sebagai bungkus untuk membenarkan aksi terorisme.

Terakhir perlu dipertegas, salah tempat jika upaya rekayasa Islamophobia yang ingin dilakukan oleh kelompok terorisme berada di Bumi Tambun Bungai ini. Aksi propaganda, aksi anti Islam, membuat kegaduhan serta konflik antara agama yang ingin mereka lakukan tidak mengubah komitmen Filosofi Budaya Betang yang sudah tertanam di masyarakat. Karena masyarakat sudah paham dan mengerti makna dan cara menerapkan dalam kehidupan sehari-hari tentang Filosofi Budaya Betang. Kalimantan Tengah beruntung, sikap cepat dan tepat aparat dalam menangkap terduga teroris, sehingga tidak berujung pada aksi yang lebih besar dari kelompok terduga teroris yang tidak diinginkan oleh masyarakat.

*Penulisadalah Blogger Kalteng, Penggiat Media Sosial.

Categories
News

Inilah 3 Calon Ketua dari 24 Calon Formatur Pemuda Muhammadiyah Kalteng 2018-2022

OPINIKALTENG.COM (Palangka Raya) – Musyawarah Wilayah (Muswil) Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah ke-X akan dilaksanakan pada 19-21 Juli 2019 di Kota Palangka Raya. Perhelatan tertinggi tingkat Provinsi ini merupakan forum dimana di dalamnya membahas program kerja dan arah gerakan Pemuda Muhammadiyah periode selanjutnya. Selain itu, yang paling penting juga adalah pemilihan pengurus baru dengan cara memilih 11 formatur.

Proses selanjutnya 11 formatur akan bermusyawarah menentukan siapa yang akan diberikan amanah menjadi ketua Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022.

Menurut Huzaifah selaku Ketua Panitia Pemilih (Panlih) telah melakukan proses penjaringan terhadap kader-kader Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah.

“Panitia Pemilih telah melakukan penjaringan terhadap kader-kader Pemuda Muhammadiyah,pendaftaran bakal calon formatur telah berakhir tanggal 10 Juni 2019 kemaren,ada 24 nama yang telah masuk ke panlih”, ungkap Huzaifah.

“Selanjutnya bakal calon formatur tersebut nantinya akan diverifikasikelengkapan persyaratan sampai dihasilkan calon formatur yang akan dipilih padamuswil nantinya”, jelasnya.

Berdasarkan informasi yang beredar di internal Angkatan Muda MuhammadiyahKalteng, ada tiga nama yang yang diprediksi kuat dan akan bersaing ketat untukposisi ketua, yaitu Priyono, Aprie Husin Rahu, dan Yandi Novia. Ketiga nama tersebut adalah merupakan kader aktif PemudaMuhammadiyah Kalimantan Tengah. Selain itu ketiga nama tersebut juga telahmengantongi beberapa rekomendasi dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah di 14 Kabupaten/ Kota.

Salah satu calon, Yandi Novia yang merupakan Wakil Ketua Bidang Komunikasi, Informasi dan Telekomunikasi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Palangka Raya membenarkan bahwa namanya menjadi salah satu calon yang diusulkan oleh kawan-kawan di Pemuda Muhammadiyah, terutama di beberapa daerah. Saat ini, konsolidasi dan komunikasi terus dilakukan dan tidak menutup kemungkinan muncul nama-nama lain atau terjalin koalisi antar calon.

“Kami terus melakukan komunikasi dengan kawan-kawan didaerah, beberapa telah memberikan rekomendasi. Kurang lebih 14 hari lagi muswildilaksanakan, dalam proses ini tidak mustahil muncul nama-nama lain yang lebihkuat dan tidak bisa dipungkiri akan terjalin koalisi antar calon”, jelasnya.

Adapun ke 24 nama calon formatur Pemuda Muhammadiyah 2018-2022, yaitu Alpian, S. Pd, Aprie Husin Rahu, Aulia Arif, SE, Evan Bastian, S. Pd.I, Harri Wahyudi, S. Sos, Ihsan Mz, M. Psi, Ikbal Reza Rismanto, S. HI, Irwani, S. Sos., M.AP, Jaemi Wahyudi, S. Pd.I, Jeri Ripaldon, S. Kep., Ns, Kurniawan, Misyanto, M.Pd, Moch. Busyrol Fuad, S.Psi, Muhammad Fitriani, S.HI, Muhammad Zainul, S.HI, Novianto Eko Wibowo, S. Sos., M.AP, Priyono, S. HI, Rakhdinda Dwi Artha Qairi, S. Pd, Rendhik Andika, S. Sos, Saiun, S. HI, Sigit Abi Priyanto, ST, Suyatman, S. Sy, Yandi Novia, Zainal Abidin.

Categories
Opini

10 Fakta Fairid Naparin, Walikota Palangka Raya Terpilih Periode 2018-2023

OPINI KALTENG (Palangka Raya) – Namanya melejit naik ketika bursa calon Walikota Palangka Raya periode 2018-2023 muncul di ranah publik. Usianya tergolong sangat muda, energik dan matang dalam visi-misi dan program yang ia usung. Berikut ini 10 Fakta Fairid Naparin, Walikota Palangka Raya terpilih 2018-2023 :

Baca juga : Biar Gak Penasaran, Berikut Biodata Fairid Umi Calon Walikota dan Wakil Walikota Palangka Raya 2018-2023

1. Saat terpilih menjadi Walikota Usianya 32 tahun
Pemuda kelahiran 28 Agustus 1985 ini tepat di usia ke 32 tahun ia pertama kali mendapat rekomendasi sebagai calon Walikota Palangka Raya oleh partai Golkar, hal ini menjadi kado ulang tahunnya saat itu. Kemudian pada tanggal 25 Juli 2018 KPU menetapkan sebagai Walikota terpilih periode 2018-2023, dan masin tercatat berusia 32 tahun. Kemudian, dilantiknya menjadi walikota Palangka Raya di bulan Desember mendatang adalah sebagai kado ulang tahunya yang ke 33 tahun.

2. Calon yang tidak diunggulkan
Sebelumnya, nama Fairid Naparin bukanlah calon yang diunggulkan dari beberapa nama calon lainnya dalam perspektif politik. Alasan tidak diunggulkannya karena “terlalu muda dan minim pengetahun di pemerintahan”. Namun asumsi ini perlahan terkikis setelah matangnya konsep yang ia tawarkan kepada masyarakat tentang jalannya pemerintahan ketika ia terpilih. Selain itu asumsi ini kembali dipatahkan pada sesi debat publik putaran pertama, ketika ia mampu mempertahankan visi-misi dan program kerja yang ia usung dalam kaitannya dengan pemerintahan Kota Palangka Raya. Asumsi ini tidak membuat ia patah semangat, bukan Fairid Naparin namanya jika hal sekecil itu tidak ia jadikan sebuah peluang. Sosoknya dengan tanggap menjadikan kelemahan itu sebagai keunggulan dengan cara membuktikan, dan berhasil.

3. Di usung 4 Partai dan didukung 6 Partai
Awalnya nama Fairid Naparin adalah calon yang diragukan bisa mendapat tiket pilwakot dari parpol. Namun sebaliknya ia bersama Hj. Umi Mastikah, SH berhasil mendapat tiket maju sebagai walikota-wakil walikota setelah diusung oleh 4 (empat) parpol, yakni Golkar, Demokrat, PAN dan PPP. Sedangkan pada saat deklarasi dan pendaftaran di KPU pada tanggal 10 Januari 2018 pasangan ini mendapat dukungan dari Partai PKS dan Perindo. Selanjutnya pada masa perjalanan kampanye kembali mendapat dukungan dari Partai PKPI, PBB, Garuda dan terakhir sepekan sebelum pencoblosan Partai Berkaya juga menyatakan dukungannya. Jika awalnya diragukan, namun sebaliknya di luar ekspektasi pasangan Fairid-Umi paling banyak mendapat dukungan dari partai.

4. Menjadi Sasaran Black Campaign dan Negative Campaign
Dari awal namanya muncul sebagai kandidat dan berhasil lolos sebagai salah satu calon walikota Palangka Raya selalu menjadi sasaran Black Campaign dan Negative Campaign oleh oknum-oknum tertentu yang tidak menginginkannya menang pilkada tahun 2018 ini. Lagi ia menunjukkan kedewasaan dan matangnya dalam berpolitik, sekalipun tidak pernah ia tanggapi, begitu pula dengan tim kampanyenya mereka selalu ia pesan “jangan dilawan” biarkan saja, kita buktikan bahwa kita sebaliknya, kita lebih baik dari apa yang mereka bicarakan.

5. Ramah dan Sopan
Jika kita amati satu-persatu video yang diunggah oleh akun resmi Fairid Center(Instagram Fairid Center), maka sosok Fairid Naparin menurut masyarakat adalah sosok yang ramah, sopan dan berbaur dengan masyarakat. Tim Kreatif konten Fairid Center selalu mengawali dengan pertanyaan “menurut Ibu/ Bapak, bagaimana sosok Fairid Naparin?” Kata yang selalu diucapkan masyarakat Palangka Raya adalah“orangnya ramah, sopan dan berbaur dengan masyarakat”. Jika penasaran kunjungiInstagram Fairid Center.

6. Kurang lebih 450 lokasi yang dikunjungi
Sejak menyatakan serius maju sebagai calon walikota Palangka Raya di tahun 2017. Fairid Naparin mulai silaturahim dan menyapa masyarakat. Kota Palangka Raya sendiri terdiri dari 5 Kecamatan dan 30 Kelurahan, semua sudah ia kunjungi. Jika dihitung-hitung dari awal tahun 2017 maka lokasi yang ia kunjungi lebih dari 450 lokasi.

Sedangkan 450 lokasi itu hanya terhitung sejak Januari 2018 sampai berakhirnya masa kampanye tanggal 23 Juni 2018. Betapa tidak, karena dalam sehari bisa menjangkau 12 lokasi pertemuan, baik yang bersifat mengundang banyak orang sampai dengan sekedar menyapa minum kopi diskusi santai bersama warga. Aktivitas rutin yang dilakukannya dimulai sejak Shalat Subuh hingga menjelang tengah malam.

7. Menguasai Kondisi Palangka Raya
Saya (Blogger Kalteng) sering berdiskusi bersama dengan Fairid Naparin dan mengikuti betul jalan dan proses kampanyenya sejak awal. Dia tahu persis kondisi Kota Palangka Raya, dalam pikirannya tentang Palangka Raya seperti sebuah peta lengkap. Misalkan di mana jalan yang rusak, apa keluhan warga dan kebutuhan warga dilihat dari lokasi tempat tinggal, bahkan ia bisa mengemukakan peta pembangunan Kota Palangka Raya pada sesi debat pertama. Video lengkapnya di : Debat Publik, Edisi Fairid-Umi (ada 8 segmen). Wajar dan masuk akal jika ia menguasai Kondisi Kota Palangka Raya secara akurat, karena buah dari hasil kunjungannya di 450 lokasi dalam rentang waktu Januari-Juni 2018. Kemudian kunjungan-kunjungan di ratusan lokasi yang tidak terhitung sejak Januari 2017.

8. Menguasai Panggung Debat Putaran Pertama
Lagi, jika pertama nama Fairid Naparin tidak diunggulkan pada bursa pencalonan. Maka begitu juga pada sesi debat publik putaran pertama, namanya masih diragukan apakah bisa tampil maksimal atau sebaliknya. Namun, itu hanya asumsi kalangan elit tertentu yang masih belum yakin akan kemampuan anak muda ini. Jalannya debat begitu rapi dan baik, sosok Fairid Naparin tampil memukau, matang dan menguasai visi-misi dan program kerja yang ia usung. Jika masih belum percaya, simak video lengkapnya di sini : Debat Publik, Edisi Fairid-Umi (ada 8 segmen)
Begitu juga dengan debat putaran terakhir, sosok Fairid Naparin dengan gaya yang santai ia mampu tampil dengan matang dan memukau, walaupun siang harinya ia menghabiskan energi untuk kampanye akbar di Stadion Sanaman Mantikei bersama ribuan pendukungnya.

9. Unggul Telak dari Paslon lain
Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka penetapan calon walikota dan wakil walikota Palangka Raya terpilih tahun 2018, KPU Kota Palangka Raya dalam berita acara nomor 83/PP.023-BA/02/6271/Kota/VII/2018 menetapkan pasangan nomor urut 3 Fairid Naparin, SE dan Hj. Umi Mastikah, SH sebagai Walikota dan Wakil Walikota Palangka Raya terpilih periode 2018-2023.

Adapun perolehan suara hasil pleno rekapitulasi KPU Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, SE-Hj. Umi Mastikah, SH unggul telak dengan perolehan 50.438 suara, disusul kemudian pasangan Aries-Habib mendapat 38,466 suara. Urutan ketiga dengan 15.798 suara dari pasangan Rusliansyah-Rogas dan terakhir dari pasangan Tuty-Rahmadi yang memperoleh 9.766 suara.

10. Visi-Misi dan 9 Program Unggulan disusun berdasarkan pertemuan dengan masyarakat.
Di tahun 2017, Fairid Naparin telah mengunjungi dan bertemu langsung dengan masyarakat di ratusan lokasi. Dari hasil pertemuan ini kemudian dituangkan dalam visi-misi dan program unggulan yang akan ia realisasikan nantinya. Ingin mengetahui lebih lanjut tentang Visi-Misi dan 9 Progam Unggulan Fairid-Umi, kunjungi Instagram Fairid Center.

Demikian 10 Fakta Fairid Naparin, Walikota Palangka Raya terpilih periode 2018-2023. Orangnya diam saat dilemahkan, tapi tidak dengan pikiran dan aksinya. Diam-diam ia membuktikan bahwa kelemahnnya akan menjadi keunggulannya di masa depan.

***
Penulis : Yandi Novia | Blogger Kalteng
COPYRIGHT © BLOGGER KALTENG 2018

Categories
Opini

10 Poin Deklarasi Penolakan Sponsor dan Iklan Rokok, Angkatan Muda Muhammadiyah

OPINI KALTENG – Sebelumnya Blogger Kalteng pernah menulis sebuah tulisan dengan judul Apakah Anda Dukung Penghentian Total Iklan Rokok? Tulisan ini berdasar pada informasi bahwa Komisi I DPR akan melarang penayangan penuh iklan rokok di radio dan televisi. Hal ini didukung oleh Komite Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT).

Pelarangan iklan rokok dilandaskan hukum yang termuat di Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 113 menyatakan bahwa tembakau mengandung zat adiktif.

Dilangsir dari sangpencerah.id pada Rabu (25/1/2017) bertempat di Aula KH.Ahmad Dahlan, Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta Pusat Angkatan Muda Muhammadiyah Pusat yang terdiri dari Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Nasyiatul Aisyiyah bersama Koalisi Nasional Masyarakat Sipil mengadakan konferensi pers dengan tajuk “membendung perokok baru dengan pelarangan iklan promosi dan sponsor rokok”.

Blogger Kalteng menerima jasa : Pasang Iklan GambarReview (Artikel, Produk, Jasa)Liputan KhususKerjasama (klik salah satu) Baca Juga : Tentang Blogger Kalteng (Yandi Novia, Debu Yandi) 

AMM dan Koalisi melihat bahwa pelarangan iklan rokok adalah salah satu langkah strategis untuk membendung perokok pemula dan mengerem darurat konsumsi rokok di Indonesia.

Urgensi Pelarangan Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok. Berikut ini 10 Poin Alasan menolak iklan rokok :

1. Industry rokok selalu berusaha mengembangkan pasar dan menargetkan generasi muda, baik untuk meningkatkan jumlah perokok baru maupun untuk menggantikan penurunan perokok yang berusia lanjut. Berbagai data mengungkap bahwa lebih dari 63% perokok mulai merokok pada usia dibawah 20 tahun. Melalui iklan dan berbagai tehnik pemasarannya, industri rokok merekrut 3,9 juta perokok Pemula usia 10-14 tahun berdasar data tahun 2010. Hal ini berarti ada 10.869 orang anak yang mulai merokok setiap harinya.

2. Berbagai bentuk Iklan di media masa memiliki peran penting dalam mempengaruhi generasi muda untuk mengkonsumsi rokok. Survey UHAMKA 2007 menunjukkan 99,7% anak melihat iklan rokok di TV. Begitu pula data Global Youth Tobacco Survey 2013 (GYTS) menunjukkan 3 dari 5 pernah melihat adegan merokok di TV, video atau film.

3. Terlebih, merokok yang merupakan “gateway to drugs”, nyata-nyata akan meningkatkan kecenderungan pemakaian narkoba di Indonesia yang sudah dinyatakan dalam kondisi darurat nasional. Sebagai zat adiktif alcohol dan narkoba dilarang melakukan iklan, promosi dan sponsorship. Maka sangat logis hal yang sama diberlakukan untuk rokok.

4. Perlindungan dari darurat nasional adiksi nikotin harus dilakukan secara komprehensif mulai dari hulu yaitu tahap produksi hingga konsumsi. Maka jika promosi, sponsor dan iklan tidak dilarang, upaya perlindungan akan sulit jika tidak disebut mustahil.

Bagian dari pewujudan Islam dan bangsa yang berkemajuan

5. Bagi AMM, dukungan pelarangan iklan rokok merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen dan politk hukum Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Terlebih di samping fatwa majelis tarjih bahwa merokok adalah perbuatan haram, Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makasar 2015 yang lalu kembali menegaskan komitmen untuk turut mengendalikan konsumsi rokok, sebagau upaya mewujudkan Indonesia yang berkemajuan.

6. Komitmen ini juga merupakan bagian dari Deklarasi “Darul Ahdi Wa Syahadah”, Muhammadiyah meneruskan komitmennya pada pembangunan bangsa yang masih jauh dari terwujud, namun terus dirongrong dengan berbagai gangguan yang justru merusak mental generasi muda bangsa, terutama dalam bentuk pemasaran dan penyebaran rokok minuman keras (miras) dan alcohol secara massive.

7. Pengetatan regulasi soal rokok akan berdampak positif pada pembangunan Indonesia secara keseluruhan kedepan. Dikhawatirkan, bilamana penegendalian rokok tidak dilaksanakan secara ketat sebagaimana telah dilaksanakan terhadap miras dan narkoba, Indonesia akan sulit mencapai berbagai goal dan target yang telah diamanatkan oleh Sustainable Development Goals (SDGs).

8. Hal ini juga sesuai dengan cita-cita berbangsa dan bernegara yang dirumuskan dalam pembukaan dan batang tubuh UUD Negara Republik Indonesia 1945 yang memberi jaminan dan perlindungan untuk berperikehidupan sejahtera bagi seluruh anak bangsa, pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, sehat, berkarakter, produktif dan berdayasaing. Dimana kesehatan merupakan titik awal bagi perkembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu dalam Rancangan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) disebutkan semua kebijakan harus mempertimbangkan aspek kesehatan yang merupakan hak asasi manusia yang paling dasar.

9. Sementara dalam diskursus HAM, negara dapat mengatur peredaran suatu komoditas dengan alasan melindungi kesehatan masyarakat (publik). Maka sejatinya pelarangan iklan rokok dan aturan lain yang mendukung pengurangan konsumsi rokok adalah bentuk lain dari perlindungan terhadap hak asasi warga Negara.

Rencana aksi

10. Oleh karena itu dengan berbagai latar belakang seperti diatas, kami Angkatan Muda Muhammadiyah bersama dengan Koalisi Nasional Masyarakat Sipil akan melakukan berbagai langkah sebagai berikut:

a. Mengawal proses RUU Penyiaran ini hingga menjadi Undang-undang terutama berkenaan dengan iklan, promosi dan sponsor rokok dan menuntut komitmen dari DPR dan pemerintah agar terkait hal tersebut tidak berubah.
b. Mendorong pemerintah untuk hadir dan melindungi warga dari darurat zat adiktif terutama terkait dengan rokok dengan melakukan upaya pengendalian dengan ketat dan komprehensif.
c. Melakukan berbagai upaya advokasi kebijakan dan edukasi untuk memperkuat kebijakan termasuk melakukan upaya litigasi pada saat yang diperlukan.

***
Debu Yandi
www.bloggerkalteng.id

Categories
Opini

Gerakan Bersama Nasyiatul Aisyiyah Kalteng, Hapus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

BLOGGER KALTENG (OPINI) – Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia, serta harkat dan martabat manusia. Perempuan dan anak merupakan kelompok rentan dan cendrung mengalami kekerasan. Sehingga peran serta kita bersama dalam pencegahan kekerasan ini sangat diperlukan. Undang-undang Nomor UU No 23 Tahun 2004 Kekerasan Terhadap Perempuan didefinisikan sebagai setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Sedangkan pengertian “kekerasan terhadap anak” dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 adalah setiap perbuatan terhadap anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual, dan/atau penelantaran, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalimantan Tengah tercatat kian meningkat. Menurut data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB ) Provinsi Kalimantan Tengah kasus keserasan terhadap perempuan di Kalteng selama 2016 mencapai 134 kejadian, dan ini tergolong tinggi. Dari 134 kasus kekerasan terhadap perempuan ini diklasifikasikan menjadi 10 item yakni kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan seksual, bunuh diri, eksploitasi seksual, aborsi, pencurian, perzinahan, perdagangan perempuan, perkosaan dan penelantaran dalam rumah tangga.

Gambaran secara umum kekerasan terhadap perempuan di Kalimantan Tengah pada tahun 2011 terjadi 59 kasus tindak kekerasan terhadap perempuan, kemudian pada 2012 terjadi 93 kasus, tahun berikutnya 258 kasus dan pada 2014 terjadi 238 kasus kemudian turun sebanyak 173 di tahun 2015.

Sedangkan kekerasan terhadap anak pada tahun 2016 tercatat 182 kasus, mengalami peningkatan 45% dari tahun 2015 dengan 137 kasus. Peningkatan di tahun-tahun sebelumnya juga terjadi seperti pada 2011 terjadi 93 kasus, pada 2012 terjadi 55 kasus, tahun berikutnya 199 kasus, dan pada 2014 terjadi 198 kasus. Kasus kekerasan terhadap anak tersebut dibagi menjadi 10 kategori. Rincian kasus kekerasan terhadap anak pada 2016 dari sisi persetubuhan tercatat 45 kasus, perbuatan cabul 43 kasus, perkosaan 20 dan penganiayaan tercatat 38 kasus. Selanjutnya kategori perbuatan asusila anak tercatat 6 kasus, perdagangan anak 3 kasus, pornografi dan pornoaksi juga 3 kasus, membawa lari anak 4 kasus, adopsi anak nihil dan perebutan hak asuh anak tercatat 14 kasus.

Tampak dengan jelas bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat dan semakin marak terjadi. Pemerintah telah melakukan banyak hal untuk mencegah terjadinya, seperti membentuk Satuan Tugas (SatGas) dan menciptakan program bersama masyarakat dalam upaya keterlibatan bersama. Salah satu program yang saat ini tengah menjadi prioritas yang dicanangkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yakni program Three Ends. Program Three Ends yang dimaksud adalah pertama, End Violence Against Women and Children (Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak); kedua, End Human Trafficking (Akhiri Perdagangan Manusia), dan ketiga End Barriers To Economic Justice (Akhiri Kesenjangan Ekonomi terhadap perempuan).

Apa faktor penyebab maraknya kekerasan terhadap perempuan dan anak?

Mengutip dari pernyataan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Setidaknya ada 4 (empat) faktor yang menyebabkan kekerasan anak yang kian meningkat. Faktor pertama adalah rentannya ketahanan keluarga. Faktor kedua adalah maraknya pornografi. Dari data yang dimiliki Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), anak berada posisi paling tinggi baik menjadi pelaku maupun korban dan selalu memiliki irisan dengan akses materi pornografi.

Faktor ketiga adalah tayangan kekerasan baik di media televisi, media sosial bahkan di media cetak. Sehingga perlu adanya langkah-langkah cepat untuk melakukan regulasi guna memastikan tayangan dan tontonan sehat bagi anak. Faktor keempat adalah mekanisme penghukuman yang dirasa belum memberikan efek jera bagi pelaku tindak kekerasan.

Sedangkan faktor kekerasan terhadap perempuan disamping mekanisme penghukuman yang belum memberikan efek jera bagi pelaku tindak kekerasan juga perempuan sering dijadikan sebagai objek eksploitasi seksual dalam setiap konten pornografi sehingga penting dengan mekanisme penegakan hukum agar bisa dilakukan pencegahan.

Selain itu adanya cara pandang yang tidak seimbang terhadap posisi laki-laki dan perempuan. Adanya relasi kuasa yang tidak seimbang dalam masyarakat antara perempuan dan laki-laki, mengakibatkan perempuan cenderung dirugikan dan menjadi korban. Terlebih lagi apabila salah satu pihak (pelaku kekerasan) memegang kendali atas diri korban. Kendali itu bisa beragam bentuknya, bisa ekonomi, pengetahuan, penerimaan masyarakat, maupun hubungan seperti orang tua-anak, majikan-buruh, guru-murid dan lainya.

Bagaimana posisi Nasyiatul ‘Aisyiyah Kalimantan Tengah?

Nasyiatul ‘Aisyiyah Kalimantan Tengah sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang tengah dihadapi dengan prolematika perempuan dan anak khususnya, serta umat dan bangsa pada umumnya. Nasyiatul ‘Aisyiyah lahir pada situasi ketika perempuan masih didiskriminasikan menjadi warga kelas dua; anak-anak perempuan belum banyak mendapatkan kesempatan bersekolah maupun belajar agama; perempuan belum dapat menjalankan ibadah seperti shalat berjamaag di masjid dengan bebas; dan kondisi sosial masyarakat masih mengidentikan perempuan dengan sumur, pupur, dapur dan kasur.

Nasyiatul ‘Aisyiyah lahir dengan keberanian pada kadernya untuk memberdayakan perempuan. Kiprah para kader dengan gerakan bersamanya Nasyiatul ‘Asyiyah telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan bangsa Indonesia khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan anak.

Berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak Nasyiatul ‘Aisyiyah mempunyai 2 (dua) pandangan. Pandangan pertama yakni kekerasan media. Media saat ini menjadi sarana yang semakin sangat ampuh mempengaruhi masyarakat. Sayangnya media justru menjadi boomerang, menjadi sarana transfer kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan cara: 1) Perempuan dan anak korban kekerasan dipublikasikan di media, sehingga menjadikan mereka korban kedua kalinya, 2) Perempuan maupun anak-anak kadang tidak sadar merendahkan perempuan di media, 3) Perempuan dan anak seringkali tidak sadar menjadi korban akibat penggunaan media yang tidak bijak, bahkan perempuan melakukan kekerasan terhadap sesama perempuan melalui media.

Oleh karena itu perlu upaya agar lebih bijak menghadapi sosial media dengan meningkatkan kesadaran terhadap kekerasan dan keamanan di era media digital (awareness security dan forensik digital). Perlu mengingatkan media yang tidak ramah perempuan dan anak.

Pandangan kedua adalah kekerasan fisik dan seksual. Tahun ini dinyatakan oleh banyak pihak sebagai tahun darurat kekerasan seksual, maka Nasyiah menghimbau agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak serta LGBT, mengurangi kerentanan, dan membentengi diri agar tidak menjadi korban.

Gerakan Aksi Bersama Nasyiah Hapus Kekerasan

Milad Nasyiatul ‘Aisyiyah ke 88 komitmen ikut serta dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hashtag #Nasyiahhapuskekerasan menjadi tagline gerakan bersama secara nasional. Gerakan pencegahan terhadap kekerasan ini butuh kekuatan dan keterlibatan semua elemen masyarakat, sehingga pemerintah dan aparat hukum tidak bergerak sendiri. Permasalahan ini adalah permasalahan kita bersama, sehingga Nasyiatul ‘Aisyiyah Kalimantan Tengah mengajak dan menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta hapus kekerasan, saling menjaga satu dengan lainnya sehingga kelemahan-kelemahan perempuan dan anak yang selama ini menjadi celah kekerasan kepada mereka mampu kita atasi bersama.

Oleh : Fitri Rahmawati

(Anggota Bidang Komunikasi, Informasi dan Hubungan Masyarakat Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah)

Nasyiatul ‘Aisyiyah Kalteng

Nasyiatul ‘Aisyiyah Kalimantan Tengah

PW NA Kalteng

NA Kalteng

Categories
Opini

Cetak Ladang – Solusi Untuk Petani Kalteng di Masa Depan

OPINI KALTENG (Desa Tanjung Jariangau) – Tepat sehari setelah lebaran Idul Fitri 1438 H saya pulang kampung ke Desa Tanjung Jariangau, Kecamatan Mentaya Hulu (Kuala Kuayan), Kabupaten Kotawaringin Timur (Sampit) dengan menggunakan kendaraan umum berupa Bus Mini yang hanya memuat sekitar 10 penumpang. Jasa travel dari Kota Palangka Raya ini hanya sampai pada Kecamatan Parenggean, selanjutnya perjalanan menggunakan kandaraan roda dua.

Agenda pulang kampung saya kali ini banyak menggali hal-hal tentang sektor pertanian dari berbagai lapisan masyarakat. Sejak dulu di desa Tanjung Jariangau dan sekitarnya seperti Bawan, Tukang Langit, Sangai, Rantau, Mangkup dan desa-desa sekitarnya sudah mempunyai tradisi berladang dengan sistem sawah tadah hujan atau ladang berpindah.

Namun, saat ini ladang berpindah hampir tidak ada lagi, karena lahan yang sudah tidak tersedia. Lahan-lahan yang dulu cukup banyak kini sudah dikuasi oleh korporasi, sehingga masyarakat memilih untuk mengolah kembali lahan yang sebelumnya mereka gunakan untuk berladang.

Menarik menurut saya jika kita mencoba mengulas kembali pernyataan salah satu Anggota DPR RI Komisi IV, Rahmat Nasution Hamka dalam rapat kerja DPRRI dan Kementerian Pertanian yang membahas APBN Perubahan 2017 dan APBN 2018, di Jakarta (12/6/17) yang mengusulkan harus ada perlakuan khusus bagi masyarakat di Kalimantan, terkait program ketahanan pangan.

Perlakuan khusus yang di maksud adalah dibanding cetak sawah, daerah pedalaman di Kalimantan Tengah lebih cocok untuk proyek cetak ladang. Maka dalam hal ini bila ada bantuan alat pertanian harus relevan dengan kebutuhan masyarakat peladang. Misalkan, jika memberikan bantuan berupa traktor harus mampu mencabut tunggul-tunggul.

Walaupun sudah pernah diupayakan untuk mencabut tunggul-tunggul namun tidak mampu karena ukurannya yang besar. Setidaknya pemerintah harus mencari solusi dan mengkaji ulang, apakah dengan menciptakan traktor khusus untuk mencabut tunggul atau dengan menciptakan bahan kimia untuk membusukkannya.

Rahmat Nasution Hamka juga mengusulkan adanya pilot projetc tentang Cetak Ladang ini di daerah atau kawasan tertentu, yang benar-benar serius dijalankan. Sehingga tidak ada lagi istilah pemerintah melarang, masyarakat kucing-kucingan. Walaupun sekarang semua mudah untuk dipantau oleh aparat. Hal ini juga karena keterpaksaan, jika tidak dibakar maka padi tidak akan bisa tumbuh subur. Karena proses membakar lahan itu gunanya untuk menyuburkan tanah, dan ini merupakan cara yang mudah, murah dan menghemat waktu dalam pengerjaanya.

Tentang larangan membakar lahan, masyarakat dayak di Kalimantan Tengah sebenarnya siap untuk menaati dan masyarakat dayak sesungguhnya adalah masyarakat yang taat hukum, namun harus ada solusi yang diberikan selain dengan metode membakar lahan untuk menyuburkan tanah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat itu sangat mengapresiasi usulan tersebut, secara langsung beliau meminta Balitbang Pertanian agar dapat menindaklanjutinya. Jika usulan-usulan di atas dapat dijalankan dengan baik maka permasalahan Karhutla selama ini akan dapat dikendalikan dan diselesaikan karena ada alternatif yang bisa dilakukan masyarakat dengan bantuan dan solusi dari pemerintah. Harapannya, program Cetak Ladang menjadi solusi bagi petani di Kalimantan Tengah di masa depan.

***
Debu Yandi
Blogger Kalteng

Categories
Opini

Indonesia Development Forum Digelar, Ini Solusi Gubernur Kalteng Soal Ketimpangan Ekonomi

OPINI KALTENG (Palangka Raya) – Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran menjadi salah satu pembicara dalam acara Indonesian Development Forum (IDF) tahun 2017 di Jakarta (9-10/8/2017). Forum ini bertujuan untuk mencari pemecahan masalah pembangunan di sektor ekonomi di Indonesia.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa IDF di tahun 2017 ini adalah pertama kalinya dan direncanakan akan diselenggarakan tiap tahunnya.

Dalam IDF kali ini Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran memberikan pandangan bahwa “persoalan ketimpangan sosial ekonomi di Indonesia dapat diselesaikan dengan keberpihakan dan komitmen pemerintah pusat pada daerah…”.

Berikut pernyataan lengkap beliau melalui akun facebook pribadinya :

Berbagi gagasan pemerataan pembangunan Indonesia pada acara Indonesia Development Forum, bersama Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bapak Bambang Brodjonegoro, Menteri Pertanian Republik Fiji Inia Batikot Seruiratu dan Prof. Martin Ravallon dari Georgetown University, AS.

Saya menyampaikan, persoalan ketimpangan sosial ekonomi di Indonesia dapat diselesaikan dengan keberpihakan dan komitmen pemerintah pusat pada daerah. Percayalah, Indonesia baru yang adil dimulai dari Kalteng yang berkah…amin

***
Debu Yandi | Blogger Kalteng

Categories
Opini

Narasi Blogger Kalteng : Selamat Ulang Tahun Sang Pelayan, Rahmat Nasution Hamka

OPINI KALTENG (Palangka Raya) – Sejak tahun 2012 aku mengenal Bang Rahmat Hamka (sapaan sehari-hari Bang Rahmat Nasution Hamka). Saat itu beliau masih menjadi Ketua DPD KNPI Kalteng, sedangkan aku masih aktif di kepengurusan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Sosoknya yang aku kenal santai, tegas, banyak berbuat, orator handal dan senior yang selalu asyik untuk diajak berdiskusi adalah salah satu generasi terbaik yang dimiliki Kalteng pada saat itu, pikir ku.

Aku mengikuti betul bagaimana sepak terjangnya sejak tahun 2012 itu, maklum pada saat itu aku sudah sepenuhnya memilih beraktivitas sebagai seorang aktivis yang aktif bergerak di dua organisasi sekaligus, yakni IPM dan IMM. Rasanya tidak lengkap kalau seorang aktivis tidak punya panutan dalam bergerak. Aku memilih Bang Rahmat Hamka sebagai panutan.

Tahun 2014, kepengurusan DPD KNPI Kalteng yang dinahkodai oleh Bang Rahmat Hamka melaksanakan Musyda ke-XIII di Kabupaten Sukamara, tepatnya tanggal 3-4 November. Turut hadir sebagai peserta, aku mewakili DPD IMM Kalteng sebagai Ketua Umum. Diskusi singkat yang masih aku catat bersama Bang Rahmat Hamka saat istirahat sesi siang kala itu adalah mengenai sikap dan jalan pikiran kita harus benar-benar mampu mewakili jati diri kita sendiri.

“wajar, Bang Rahmat Hamka mampu membuktikan dirinya sebagai pribadi yang layak untuk menjadi pemimpin seperti saat ini, sepenggal kata yang ia ucapkan pada empat tahun silam tidak habis ketika segelas teh hangat ia habiskan, namun ia membuktikannya dan ia mampu sebagai sosok Sang Pelayan hingga kini dan nanti” -yandi novia (2018)

Bulan Mei 2016, aktivitasku sebagai seorang Blogger Kalteng sedang dalam kondisi “fight” dengan aktivitas dan masa depan. Aku teringat sosok Bang Rahmat Hamka. Ku coba hubungi via whatsapp dengan maksud ingin berdiskusi masalah dunia Blogger.

Tidak menunggu lama, pesan whatsapp ku di balas. Ohh yaa… Bang Rahmat Hamka tidak pernah mengganti nomor Hp, bahkan nomor Hp pribadinya selalu dibagi-bagikan kepada masyarakat luas. Beliau langsung yang mengelola, membalas sms dan menjawab telpon. Ini salah satu keistimewaan beliau sebagai Sang Pelayan. Tidak takut untuk dihubungi dan dimintai bantuan oleh masyarakat.

Selamat Ulang Tahun Bang Rahmat Nasution Hamka, Anggota DPR-RI , Putra Terbaik Kalteng, Semangat terus Sang Pelayan, Jangan pernah berhenti untuk menginspirasi dan mengabdi. Rakyat Kalteng bersama Pejuang, Rakyat Kalteng Bersama Sang Pelayan.

Tahun 2016, tepatnya tanggal 29 Mei. Aku bertemu langsung dengan beliau di rumahnya, di Palangka Raya. Cukup lama ku jelaskan aktivitas ku sebagai seorang Blogger Kalteng. Mulai dari bagaimana memulai hingga bisa membuat Blog, website dan mengerti tentang cara kerja html (HyperText Markup Language adalah bahasa inti dari hampir semua konten Web). Sejak saat itu beliau mengenalku sebagai Blogger Kalteng.

Sejak pertemuan itu, aku cukup dekat dengan Bang Rahmat Hamka. Aku selalu mengikuti aktivitas beliau saat sedang ada kunjungan kerja di Kalimantan Tengah. Saya menyaksikan langsung Sosok Bang Rahmat Hamka dengan Suara lantang, doa, sedihnya, harapannya, semangat dan air matanya memperjuangkan hak-hak masyarakat Kalimantan Tengah. Hingga kini dan nanti Bang Rahmat Hamka adalah Sang Pelayan. Berikut catatan-catatan singkat yang dari moment bersama beliau.

Moment Makan Sederhana, Bersama Bang Rahmat Hamka
Aku sebelumnya pernah menulis tentang perjalanan 1 malam bersama beliau di Bulan Ramadhan tahun 2016 dengan judul “Semangkuk Sop Tulang Bersama Anggota DPR RI Rahmat Nasution Hamka”. Sop tulang di Jalan Yossudarso depan TVRI Kalteng menjadi saksi kesederhanaan beliau. Tidak hanya itu, banyak warung-warung makan pinggir jalan yang menyaksikan perjalanan kami.

Makanan dan minuman kesukaannya, sop tulang, mie rebus, ikan rebus, teh hangat tanpa gula, teh es hambar dan yang lucu, beliau tidak bisa menahan ketika ada paman pentol lewat. Pentol yang menjadi primadona, pentol di sekitaran Bundaran Kota Sampit, pentol dengan saos kacangnya. Saat perjalanan ke Jakarta pun aku dibawa makan nasi uduk di warung tenda pinggir jalan. Kesederhanaan Beliau inilah yang menjadikan ia layak menjadi Sang Pelayan.

Shalat, Bang Rahmat Hamka Selalu ingin di Shaf yang paling depan
Kutipan tulisan, yang pernah ku tulis tentang Bang Rahmat Hamka :

“Adzan Isya berkumandang, kami telah tiba di masjid. Aku mengambil shaf di tengah-tengah, dan beliau sendiri memilih untuk berada di shaf depan.

Mungkin sudah jadi kebiasaan ataupun jati diri bahwa mereka yang memilih shaf shalat di bagian depan adalah mereka yang memantaskan dirinya kelak sebagai seorang pemimpin.

Adalah hal yang pertama kali ku liat, saat memilih shaf beliau seakan-akan berlari (berjalan cepat), berlomba untuk menuju shaf di depan bersama para jamaah lainnya. Aku hanya tersenyum kecil, dan sempat terpikir ingin melakukan hal yang sama ketika melaksanakan shalat berjamaah nantinya. Baca lengkapnya disini :“Semangkuk Sop Tulang Bersama Anggota DPR RI Rahmat Nasution Hamka”

Bang Rahmat Hamka, Menangis
Aku dan Bang Rahmat Hamka mempunyai kekhawatiran yang sama terhadap permasalahan Narkoba di Kalimantan Tengah. Saat kunjungan kerja Beliau di Palangka Raya, kami berkunjung ke kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng. Saat salah satu pejabat BNNP-Kalteng menceritakan bagaimana daruratnya Kalteng soal Narkoba, Bang Rahmat Hamka menangis mengungkapkan kesedihan dan keinginannya untuk ikut serta memberantas narkoba. Di setiap sesi apapun, apalagi jika berhadapan dengan pemuda hal pertama yang selalu Beliau sampaikan adalah “jauhi narkoba”.

Bang Rahmat Hamka memperjuangkan Nasib Petani Kalteng
Aku menangis dan selalu berdoa kepada siapa saja yang saat ini masih setia memperjuangkan nasib petani Kalteng, aku dibesarkan dari sosok Ayah dan Ibu seorang petani. Dengan adanya pelarangan pembakaran hutan dan lahan, menyebabkan petani kebingungan harus berbuat apa. Bang Rahmat Hamka adalah salah satu Putra Terbaik Kalteng, Sang Pelayan yang lantang di gedung DPR-RI sana meneriakkan, Bagaimana Nasib Petani Kalteng? Silakan baca salah satu pernyataan Beliau untuk membela nasib petani Kalteng di artikel : Cetak Ladang – Solusi Untuk Petani Kalteng di Masa Depan. Ingin mendengar langsung suara lantang Bang Rahmat Hamka memperjuangkan nasib masyarakat Kalteng, kamu wajib mendengar rekaman video berikut ini :

Banyak yang ingin aku tulis untuk #43TAHUNRAHMATHAMKA #SANGPELAYAN ulang tahun Bang Rahmat Hamka yang ke-43. Seperti moment kami berdua mendorong mobilnya yang mogok, bediskusi masalah dana desa dan penggunaannya yang maksimal, pembagian bibit gratis untuk kelompok tani, bertemu dan menyerap aspirasi Kapala Desa se-Kalteng, penanaman dan penghijauan Kalteng, Kisah Bang Rahmat Hamka dan Harapan Pemuda Kalteng Padanya, Rahmat Hamka dan Mahasiswa Murung Raya, Rahmat Hamka Pintar Memasak dan masih banyak lagi. Semoga nanti, tulisan berikutnya dalam bentuk profil singkat dan perjuangan Beliau yang dicetak dalam beberapa lembar kertas. Siapapun itu, ketika ia memperjuangankan hak-hak rakyat. Maka mereka layak untuk mendapat penghargaan dari kita.

Selamat Ulang Tahun Bang Rahmat Nasution Hamka, Anggota DPR-RI , Putra Terbaik Kalteng, Semangat terus Sang Pelayan, Jangan pernah berhenti untuk menginspirasi dan mengabdi. Rakyat Kalteng bersama Pejuang, Rakyat Kalteng Bersama Sang Pelayan.

***
Ingin terhubung langsung dengan Bang Rahmat Hamka, silakan kunjungi :
Instagram : @RahmatHamka
Facebook : Rahmat Nasution Hamka
Website : www.rahmathamka.com
No.Hp : 081351854775
***
Debu Yandi | Blogger Kalteng

Categories
News

Penerus Industri Batik Kalteng, Hanya SMKN-4 Palangka Raya Yang Memiliki Jurusan Membatik

OPINI KALTENG (Palangka Raya) – Seperti caption yang ditulis oleh akun instagram Diskominfokalteng bahwa SMKN-4 Palangka Raya harapan penerus pembatik Kalimantan Tengah bukanlah sebuah wacana, tapi memang sudah lama dilakukan.

Seperti dilangsir dari instagram Diskominfokalteng, SMK Negeri 4 Palangka Raya atau dikenal dengan SMK Industri berdiri sejak 1996 satu-satunya SMK yang memiliki jurusan keahlian membatik khas batik Kalteng yang dinamakan Desain Kria Tekstil.

Di jurusan ini, dalam kurun waktu lebih dari satu bulan murid dan guru di jurusan tekstil bisa memproduksi bermacam-macam desain batik hasil kreativitas.

Beberapa jurusan di SMK ini meliputi, jurusan Desain dengan pelajaran membatik, menjahit, menenun, makram dan sablon. Jurusan Multimedia, Geologi, Pertambangan dan Tataboga.

Baca juga : Populerkan Batik Benang Bintik Khas Kalteng, Mari Dukung Terobosan Disperindag Kalteng

Jurusan Desain sudah lama berjalan, namun menurut penuturan Nurce, S.Pd, MA guru yang mengajar membatik menyampaikan bahwa peminat jurusan ini masih sedikit, terhitung hanya memiliki siswa kurang lebih 30 orang per tahunnya. Kendala lainya, kesulitan dalam mendapatkan bahan-bahan, sehingga perlu waktu yang cukup lama karena harus memesan bahan dari pulau Jawa.

Nurce berharap, pemerintah Kalimantan Tengah dapat membantu memasok bahan-bahan untuk membatik, sehingga proses pembelajaran dan produksi siswa dan guru berjalan dengan lancar serta mendapatkan hasil yang lebih maksimal lagi.

***
Debu Yandi | Blogger Kalteng